Tugas 1 Memahami Struktur Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”

13 Februari 2016

Tugas 1 Memahami Struktur Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”


Tugas 1 hal. 56 - 63
Tahap orientasi merupakan tahap pengenalan. Di sana terlihat gambaran umum tentang film “Rumah Tanpa Jendela”. Tugas kalian selanjutnya adalah membuat pembagian hingga sekecil-kecilnya. Misalnya, menceritakan secara rinci tentang gambaran umum film “Rumah Tanpa Jendela” itu. Cermati secara saksama setiap informasi yang disampaikan dalam teks itu.

1. Setelah kalian mengetahui struktur teks ulasan, carilah berbagai informasi yang terdapat dalam tiap paragraf! Galilah informasi sebanyak-banyaknya yang terdapat dalam teks tersebut.

a.       Informasi dalam orientasi tahap1:
Tradisi film musical yang berpaku pada oposisi biner dikembangkan di Hollywood seperti yang tampak pada film “Rumah Tanpa Jendela”

b.      Informasi dalam orientasi tahap 2:
Film ini terinspirasi dari dongeng The Prince and The Pauper karya Mark Twain. Pada film ini tokoh utamanya adalah Aldo yang memiliki kekayaan berlebih tetapi ia tidak memiliki teman serta tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarganya, dan Rara yang hidup dalam kemiskinan, bahkan rumahnya pun tidak memiliki jendela, hal itu  membuatnya memnginginkan sebuah rumah yang berjendela.

c.       Informasi dalam tafsiran isi tahap 1:
Persahabatan yang terjalin antara Aldo dan Rara merupakan persahabatan antara dua kutub sosial yang berlawanan, yaitu antara si miskin dan si kaya. Persahabatan keduanya membuat keluarga Aldo sangat tidak nyaman dengan keberadaan Rara, sedangkan kehidupan Aldo yang mewah membuat Rara dan teman-temannya menginginkan sesuatu yang lebih dari apa yang mereka miliki.

d.      Informasi dalam tafsiran isi tahap 2:
Film “Rumah Tanpa Jendela” menyampaikan ajaran moral untuk anak-anak tentang perbedaan sosial yang ada di masyarakat. Oposisi biner yang terjadi di dalam film ini diterangkan dengan keadaan Aldo sebagai si kaya yang memiliki apapun yang dibutuhkan dan di inginkannya, serta Rara sebagai si miskin yang memiliki segala keterbatasan dalam hal material.

e.       Informasi dalam tafsiran isi tahap 3:
Sikap moral yang ada pada film ini adalah rasa bersyukur, yaitu rasa bersyukur yang harusnya dimiliki oleh Rara terhadap kehidupannya tanpa menginginkan hal yang tidak mungkin dimilikinya, hingga akhirnya terjadilah peristiwa yang membuat dirinya sadar.

f.       Informasi dalam tafsiran isi tahap 4:
Peristiwa yang terjadi di kehidupan Rara dijadikan pelajaran bagi keluarga Aldo untuk bersyukur atas apa yang telah mereka miliki. Oleh karena itu, mereka membantu keluarga Rara sebagai rasa terima kasih mereka atas pelajaran yang mereka dapatnkan.

g.      Informasi dalam tafsiran isi tahap 5:
Pada film ini, kemiskinan yang dialami Rara  dianggap sebagai sebuah takdir manusia tanpa melihat ketidak adilan distribusi kekayaan yang didukung oleh Negara.

h.      Informasi dalam tafsiran isi tahap 6:
Film “Rumah tanpa jendela” mengisyaratkan jendela sebagai rasa syukur terhadap kondisi yang sudah ada. Oleh karena itu, hendaknya si miskin berlapang dada dan menerima kondisinya, serta si kaya bersyukur dari apa yang telah ia miliki.

i.        Informasi dalam tafsiran isi tahap 7:
Film ini ditujukan untuk anak-anak masyarakat borjuis agar saat mereka dewasa nanti terbangun menjadi borjuis yang melihat kemiskinan dan kekayaan sebagai takdir dan tidak perlu ditanyakan lagi penyebabnya.

j.        Informasi dalam evaluasi tahap 1:
Sebagai film musical, film ini tidak banyak menyajikan lagu-lagu kecuali penekanan dramatis. Satu-satunya scene musikalnya adalah energy dan semangat anak-anak.

k.      Informasi dalam evaluasi tahap 2:
Penggambaran kemiskinan yang dijalani Rara tidak berlebihan karena dalam film tersebut menggambarkan keluarga yang baik dan pergaulan Rara yang terbebas dari eksploitasi maupun perilaku deskriminatif.

l.        Informasi dalam rangkuman:
Film “Rumah Tanpa Jendela" ini merupakan film yang merespon kondisi masyarakat Indonesia yang terfragmentasi dalam kelas-kelas sosial/ekonomi yaitu kondisi hidup ideal yang dibayangkan oleh kelas menengah atas.

2.      Coba kalian perhatikan kembali bahasan tentang teks ulasan film ”Rumah Tanpa Jendela” di atas. Kalian dapat melihat bahwa penulis ulasan atau resensi tersebut melontarkan pujian, sekaligus kritikan terhadap film tersebut. Tugas kalian adalah menentukan bagian dari ulasan film yang berupa pujian serta bagian yang berupa kritikan, lalu tuliskan pada kolom berikut.


No.
Film “Rumah Tanpa Jendela”
Pujian
Kritikan
1.
Jendela dalam film “Rumah Tanpa Jendela” merupakan sebuah metafora yang mengena.
Sayang, sebagai sebuah film musikal, tidak banyak yang disumbangkan oleh lagu-lagu yang dinyanyikan dan ditarikan dalam film
ini, kecuali penekanan dramatis belaka.
2.
Layaknya dongeng anak-anak dalam majalah Bobo, film “Rumah Tanpa Jendela” menyampaikan ajaran moral pada anak-anak untuk menghadapi realita sosial dalam masyarakat yang terfragmentasi dalam perbedaan, baik secara struktur sosial-ekonomi maupun kondisi fisik/mental.
Namun, permasalahan dari film musikal anak-anak adalah bahwa ia menawarkan resolusi yang dibayangkan oleh pembuat film agar bisa dipahami oleh anak-anak. Hal ini hanya dimungkinkan dengan melakukan penyederhanaan.
3.
Penggambaran kemiskinan dalam film tersebut tidak berlebihan. Film tersebut menggambarkan keluarga baik-baik dan protektif untuk meyakinkan bahwa pergaulan Rara terbebas dari eksploitasi maupun perilaku destruktif yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat miskin di belahan dunia manapun.

0 comments :

Posting Komentar