Tugas 4 Menginterpretasi Makna Teks "Khalil Gibran"
1.
Setelah
kalian membaca teks cerita ulang biografi “Khalil Gibran” tersebut, cobalah
kalian diskusikan beberapa hal berikut.
a)
Pernahkah
sebelumnya kalian mendengar nama Khalil Gibran?
Pernah
b)
Apa
yang kalian ketahui tentang Khalil Gibran sebelum kalian membaca teks cerita
ulang biografinya ini?
Khalil
Gibran adalah sosok penulis puisi yang sangat terkenal dengan karyanya yang
romantis
c)
Adakah
informasi yang baru kalian ketahui setelah membaca teks tersebut?
Ya,
bahwa kisah hidup Gibran ternyata sangat sulit dan penuh perjuangan, dia juga
bukan hanya penulis tetapi merupakan pelopor revormasi sosial melalui karyanya
d)
Tahukah
kalian apa saja karya yang telah dihasilkannya?
The Broken Wings (1912), A Tear and A Smile (1914), The
Madman/Spirits Rebellious (1918), Twenty Drawing (1919), The Forerunne (1920),
The Prophet (1923), Sand and Foam (1926), Jesus the Son of Man (1928), The
Garden of the Prophet (1933), SecretLittle Book of Love (1971), dan lain sebagainya.
e)
Pernahkah
kalian membaca karya Khalil Gibran dan bagaimana pendapat kalian tentang karya
tersebut?
Tidak
pernah.
2.
Setelah
membaca teks “Khalil Gibran”, dapatkah kalian menguraikan struktur yang
membangun teks tersebut? Apakah terlihat orientasi, urutan peristiwa kehidupan
tokoh, dan reorientasi dalam teks cerita ulang biografi itu? Silakan kalian
diskusikan dalam kelompok kecil yang telah kalian bentuk sebelumnya. Setelah
itu, tulislah hasil diskusi kalian tentang struktur yang membangun teks “Khalil
Gibran” itu.
|
No.
|
Struktur Teks
|
Kalimat dalam Teks
|
|
1.
|
Orientasi
|
Khalil Gibran adalah penyair ternama yang karya karyanya
mencerminkan ranah budaya Timur dan Barat. Karya-karyanya yang penuh
perlambangan digemari pelbagai kalangan, termasuk di Indonesia. Kisah
hidupnya sendiri penuh kesulitan: dari soal ekonomi, ditinggal mati orang
yang dicintai, sampai kisah cintanya yang platonis dengan May Ziadah
|
|
2.
|
Urutan Peristiwa
Tahap 1
|
Khalil Gibran dilahirkan dalam lingkungan sebuah keluarga
miskin pada 6 Desember 1883 di Bisharri, sebuah kota kecil di Lebanon Utara
yang terletak di kaki pegunungan yang dianggap suci, Pegunungan Cedar (Jabal
ar-Arz). Keluarga Gibran adalah penganut agama Kristen Maronit, suatu mazhab
yang bernaung dalam lingkungan gereja Katolik Roma. Ayahnya seorang yang
gagah dan tegar, tetapi pecandu arak dan judi sehingga
membuat keluarganya hidup dalam kesempitan. Ibunya, Kamila Rahmi, anak
seorang pendeta gereja Maronit, Istifan Rahmi. Dari suaminya terdahulu, ibu
Gibran memeroleh satu anak, yaitu Boutros, sementara dari ayah Gibran ia memeroleh
tiga anak, yaitu Gibran, Mariana, dan Sultana.
|
|
3.
|
Urutan Peristiwa
Tahap 2
|
Karena kesulitan ekonomi di Lebanon, keluarga ini akhirnya
pindah ke Amerika. Mereka tiba di Boston pada 1894 meskipun dalam
kenyataannya kehidupan ekonomi mereka tidak begitu membaik. Bakat
kesusastraan dan melukis Gibran mulai menonjol sejak ia bersekolah di Boston
(1895—1897). Pada 1896—1901 Gibran kembali ke Lebanon dan bersekolah di
Madrasah al-Hikmah, Beirut. Setelah lulus dengan pujian tinggi dari
al-Hikmah, Gibran mengembara ke Yunani, Italia, Spanyol, dan akhirnya menetap
di Paris untuk belajar seni. Di sinilah ia belajar dan mendapat pengaruh kuat
dari pematung ternama Auguste Rodin.
|
|
4.
|
Urutan Peristiwa
Tahap 3
|
Gibran kembali ke Boston pada 1902 karena mendapat kabar
bahwa ibunya sakit keras. Ibu yang sangat memengaruhi Gibran ini akhirnya
meninggal pada 28 Juni 1903 setelah didahului oleh adiknya, Sultana (4 April
1902) dan kakaknya Boutros (12 Maret 1903). Kematian orang-orang yang sangat
disayanginya ini sangat membekas pada diri Gibran yang sangat jelas
terekspresikan dalam karya-karya yang ditulisnya.
|
|
5.
|
Urutan Peristiwa
Tahap 4
|
Hidup dalam dua kutub ranah budaya, Timur dan Barat, Gibran
menjelma menjadi manusia kosmopolit yang tidak terikat pada kebangsaan dan kebudayaan
tertentu. Ia telah megalami “transendensi yang melampaui batasbatas
kebangsaan dan kebudayaan menuju kemanusiaan sejagad,” begitu tulis Fuad
Hassan dalam buku Menapak Jejak Khalil Gibran (Pustaka Jaya, 2000). Ia hanya
terikat pada perjuangan hak dan martabat manusia tanpa memandang batas bangsa
dan budaya. “Jagad adalah negeriku dan keluarga manusia sukuku,” katanya
dalam Suara Penyair (Pustaka Jaya, 1988).
|
|
6.
|
Urutan Peristiwa
Tahap 5
|
Hal yang barangkali tidak banyak diketahui orang adalah bahwa
Gibran adalah seorang pelopor reformasi sosial. Dampaknya tampak nyata pada
perubahan yang terjadi di negerinya, Lebanon. Menurut Fuad Hassan, “Kiranya
tidak keliru untuk menyimpulkan bahwa meluncurnya proses perubahan sosial
yang terjadi di Lebanon banyak sekali dipengaruhi oleh kritik sosial yang
secara tajam dan gencar dilancarkan Gibran melalui tulisan-tulisannya.”
|
|
7.
|
Urutan Peristiwa
Tahap 6
|
Bukti kritiknya yang tajam terhadap kalangan gereja adalah
dibakarnya karya Gibran, Spirits Rebellious, di muka khalayak ramai di pasar
Beirut dan jatuhnya hukuman ekskomunikasi dari pimpinan gereja Maronit
terhadap Gibran. Peristiwa ini juga membuktikan sisi lain sosok Gibran
sebagai seorang pemberontak terhadap ketidakadilan dan kemunafikan. Ia
mencecar habis kaum agamawan dan pihak gereja. Untuk apa dibangun gereja yang
megah jika para penganutnya berada dalam kemiskinan yang berkepanjangan?
Mengapa para pendeta hidup mewah, makan roti segar, dan minum anggur lezat
sementara para penganutnya memeras keringat untuk sekadar hidup? Dengan
perumpamaan yang tepat dan menohok, Gibran melalui cerita “Khalil si Murtad”
(dalam Spirits Rebellious) bertanya kepada para biarawan, “Jesus telah
mengutuk kalian sebagai domba di tengah serigala; lantas, apa yang menjadikan
kalian ibarat serigala di antara domba-domba.”
|
|
8.
|
Urutan Peristiwa
Tahap 7
|
Bagian paling “tragis” dalam kehidupan Gibran adalah kisah
cintanya dengan dua wanita, yaitu Mary Haskell dan May Zidah. Mary Haskell
adalah wanita Amerika yang sepuluh tahun lebih tua daripada Gibran dan
diketahui sangat berpengaruh terhadap perkembangan Gibran sebagai penyair dan
pelukis. Ia pula satu-satunya wanita yang pernah secara resmi dipinang oleh
Gibran, tetapi ditolak karena berbagai macam pertimbangan. May Zidah adalah
sastrawati Arab kelahiran Nazareth (1908) yang menjalin hubungan cinta
melaluii suratmenyurat sampai ke akhir hayat Gibran.
|
|
9.
|
Reorientasi
|
Hubungan cinta yang tampak jelas dalam surat-surat mereka
yang sudah dipublikasikan sering dijadikan contoh cinta platonis sejati
(lihat Surat Cinta Khalil Gibran, Pustaka Jaya, Cetakan ke-9, 2003). Hal ini
merupakan kisah yang sesungguhnya tidak terbayangkan karena Gibran tidak
pernah mengetahui wajah May, bahkan melalui sehelai foto pun.
|
3.
Struktur
yang membangun teks “Khalil Gibran” telah kalian diskusikan dan telah pula
kalian paparkan bersama. Lantas bagaimana dengan isi teks itu sendiri? Sudahkah
kalian puas dengan informasi yang diberikan? Apakah dalam teks “Khalil Gibran
tersebut telah tergambar dengan jelas informasi dasar tentang tokoh yang
digambarkan maupun tentang riwayat hidup dengan segala momentum bersejarah yang
membuat ia ternama?
Untuk
mengetahui apakah telah terdapat informasi yang lengkap dalam teks tersebut,
cobalah kalian lengkapi kolom kosong berikut ini!
|
No.
|
Biodata Khalil
Gibran
|
|
|
1.
|
Nama Lengkap
|
Gibran
Khalil Gibran
|
|
2.
|
Nama Gelar
|
Pelopor reformasi sosial
|
|
3.
|
Tempat dan Tanggal Lahir
|
6 Desember 1883 di Bisharri, Lebanon
Utara
|
|
4.
|
Tempat dan Tanggal Wafat
|
10 April 1931 di New
York, Amerika Serikat
|
|
5.
|
Nama Orang Tua
|
Kamila
Rahmi
|
|
6.
|
Nama Pasangan
|
Mary
Haskell dan May Zidah
|
|
7.
|
Jumlah dan Nama Anak (jika ada)
|
Tidak ada
|
|
8.
|
Riwayat Pendidikan
|
Boston (1895—1897), Madrasah
al-Hikmah,
Beirut (1896—1901), School of Beaux Arts dan Julian Academy (1909-1910).
|
|
9.
|
Riwayat Kepengarangan
|
Karya
pertamanya adalah buku berjudul The Madman/Spirits
Rebellious (1918) yang
dicetak dalam Bahasa Inggris. Kemudian terbitlah buku-buku selanjutnya yaitu Twenty
Drawing (1919), The Forerunne (1920), dan The Prophet (1923).
Melalui karyanya, ia belajar untuk memahami dunia sebagai orang dewasa.
|
|
10.
|
Berbagai Permasalahan yang Pernah Dihadapi
|
· Keluarganya mengalami kesulitan ekonomi di Lebanon dan memutuskan pindah
ke Amerika tahun 1894 meskipun keadaan ekonomi mereka tidak begitu membaik.
· Ditinggal
mati keluarga tercintanya, yaitu adiknya, Sultana
(4 April 1902), ibunya (28 Juni 1903) dan kemudian kakaknya, Boutros (12
Maret 1903).
· Kisah cintanya dengan dua wanita yaitu Mary Haskell yang secara resmi
dipinangnya tetapi kemudian ia ditolak, dan dengan May Zidah yang dijalaninya
dengan surat-menyurat tanpa pernah bertemu sama sekali hingga ia meninggal
dunia.
|
|
11.
|
Peristiwa yang Paling Berkesan Selama Hidup
|
Kisah cintanya dengan
dua wanita, yaitu Mary Haskell wanita
Amerika yang sepuluh tahun lebih tua daripada Gibran dan sangat
berpengaruh terhadap perkembangan
Gibran sebagai penyair dan pelukis adalah satu-satunya wanita yang pernah
secara resmi dipinang oleh Gibran, tetapi ia kemudian meninggalkan Gibran dan
menikah dengan orang lain, dan May Zidah
sastrawati Arab kelahiran Nazareth
(1908) yang menjalin hubungan cinta surat-menyurat sampai ke akhir hayat
Gibran tanpa bertemu sama sekali.
|
|
12.
|
JuduL Karya
|
The
Broken Wings (1912), A Tear and A Smile (1914), The Madman/Spirits Rebellious
(1918), Twenty Drawing (1919), The Forerunne (1920), The Prophet (1923), Sand
and Foam (1926), Jesus the Son of Man (1928), The Garden of the Prophet
(1933), SecretLittle Book of Love (1971), dan lain sebagainya.
|
4.
Berdasarkan
isi teks itu, tentukanlah apakah pernyataan berikut ini benar (B), salah (S),
atau tidak terbukti benar salahnya (TT) dengan membubuhkan tanda centang (ѵ)
pada jawaban pilihan kalian. Untuk menentukan jawaban, kalian tidak perlu
berpedoman pada pengetahuan umum atau pengetahuan yang telah kalian miliki,
tetapi cukup melalui informasi yang terdapat dalam teks tersebut.
|
No.
|
Pernyataan
|
B
|
S
|
TT
|
|
1.
|
Khalil Gibran dilahirkan pada 6 Desember 1883.
|
ѵ
|
|
|
|
2.
|
Kristen
Maronit merupakan suatu mazhab yang bernaung dalam lingkungan gereja Katolik
Roma.
|
v
|
|
|
|
3.
|
Ayah Khalil Gibran adalah anak pendeta gereja
Maronit.
|
|
v
|
|
|
4.
|
Boutros adalah sepupu Khalil Gibran.
|
|
v
|
|
|
5.
|
Khalil Gibran mengembara ke Indonesia.
|
|
|
v
|
|
6.
|
Khalil Gibran meninggal di Boston pada10 April
1931.
|
|
v
|
|
|
7.
|
Gibran bukan seorang pelopor reformasi sosial.
|
|
v
|
|
|
8.
|
Spirits
Rebellious
adalah salah satu karya Khalil Gibran.
|
v
|
|
|
|
9.
|
May Ziadah adalah sastrawan asal Arab.
|
v
|
|
|
|
10.
|
Gibran belajar seni dan mendapat pengaruh dari
Auguste Rodin (1901—1902).
|
v
|
|
|
0 comments :
Posting Komentar