Tugas 1 Menganalisis Isi Teks Eksplanasi
Tugas 1 halaman 28-30
1. Teks yang
berjudul Tanah Longsor berisi penjelasan tentang proses terjadinya tanah
longsor. Bacalah teks tersebut sekali lagi dan temukan terjadinya tanah
longsor, kemudian isilah diagram berikut ini.
a.
Hujan
b.
Lereng terjal
c.
Tanah yang kurang padat dan tebal
d.
Batuan yang kurang kuat
e.
Jenis tata lahan
f.
Getaran
g.
Susut muka air danau / bendungan
h.
Adanya beban tambahan
i.
Pengikisan atau erosi
j.
Adanya material timbunan pada tembingan
k.
Bekas longsoran lama
l.
Adanya bidang diskontinuitas
m.
Penggundulan hutan
n.
Daerah pembuangan sampah
2.
Rangkaian peristiwa pada diagram diatas menunjukan
proses bagaimanatanah longsor terjadi. Pada pargraf berapakah diawalainya
penjelasan mengenai penyebab terjadinya tanah longsor?
Penjelasan mengenai penyebab terjadinya
tanah longsor diawali pada paragraph ketiga.
3.
Teks eksplanasi lebih banyak menggunakan kata kerja material
dan relasional. Kata kerja material digunakan untuk menunjukkan perbuatan fisik
atau peristiwa. Kata kerja relasional digunakan untuk menunjukkan hubungan
sebab-akibat. Baca dan amatilah bagian-bagian yang dicetak tebal dan
digarisbawahi berikut.Pada paragraf yang di bawah ini, kata kerja material
dicetak tebal dan kata kerja relasional digarisbawahi.
Indonesia
terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia, yaitu lempeng Eurasia, lempeng
Pasifik, dan lempeng India-Australia yang bergerak saling
menumbuk. Akibat tumbukan antarlempeng tersebut, terbentuk daerah
penunjaman yang memanjang di sebelah barat Pulau Sumatra, sebelah selatan Pulau
Jawa, hingga ke Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara, sebelah utara Kepulauan
Maluku, dan sebelah utara Papua. Konsekuensi lain dari tumbukan tersebut
adalah terbentuknya palung samudra, lipatan, punggungan dan
patahan di busur kepulauan, sebaran gunung api, dan sebaran sumber gempa
bumi. Gunung api yang ada di Indonesia berjumlah 129 atau 13 persen dari
jumlah gunung api aktif dunia. Dengan demikian, Indonesia rawan terhadap
bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Di beberapa pantai, dengan bentuk
pantai sedang hingga curam, jika terjadi gempa bumi dengan sumber di dasar laut
atau samudra, hal itu dapat menimbulkan gelombang tsunami.
4.
Setelah kalian membaca dan mencermati bagian yang
dicetak tebal dan digarisbawahi pada soal nomor (3), kerjakanlah tugas ini.
Baca, cermati, dan beri tanda (cetak tebal untuk kata kerja material dan beri
garis bawah untuk kata kerja relasional) pada kalimat berikut.
a. Tanah
pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada
perbukitan/punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal, berpotensi mengakibatkan
tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi.
b. Pada
prinsipnya tanah longsor terjadi
bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan.
c. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh
kekuatan batuan dan kepadatan tanah, sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng, air, beban, serta
berat jenis tanah/batuan.
d. Musim
kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan
tanah dalam jumlah besar.
e. Lereng yang
terjal terbentuk karena pengikisan
air sungai, mata air, air laut, dan angin.
f. Selain itu, jenis
tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek
jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.
g. Pada lahan
persawahan akar tanamannya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan
jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor.
h. Akibat susutnya
muka air yang cepat di danau, gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan
sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran
dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.
5.
Teks eksplanasi yang berjudul penyebab tanah longsor
dapat disajikan secara ringkas. Caranya, kalian hanya menulis ulang
kalimat-kalimat inti dari setiap tahap pada strukturteks itu. Pertama, kalian
mengemukakan pernyataan umum tentang tanah longsor. Kedua, sebutkan terjadinya
tanah longsor. Sebagai latihan, lengkapilah kerangka ini.
Jenis tanah pelapukan yang sering
dijumpai di Indonesia adalah hasil letusan gunung api. Tanah
pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan atau punggungan
dengan kemiringan sedang hingga terjal, berpotensi mengakibatkan tanah
longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi.
Tanah
longsor terjadi karena hujan, lereng terjal, tanah yang kurang padat/tebal , batuan
yang kurang kuat, jenis tata lahan, getaran, susut muka air danau atau
bendungan, adanya beban tambahan, pengikisan/erosi, adanya material timbunan
pada tebing, bekas longsoran lama, adanya bidang diskontinuitas, penggundulan
hutan, dan daerah pembuangan sampah.
Musim
kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di
permukaan tanah dalam jumlah besar, lalu muncullah pori-pori atau
rongga tanah, kemudian terjadi retakan
dan rekahan tanah di permukaan. Hujan lebat pada awal musim dapat
menimbulkan longsor. Melalui tanah yang merekah itulah air akan masuk dan
terakumulasi di bagian dasar lereng sehingga menimbulkan gerakan
lateral.
Lereng
atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal
terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.
Tanah
lempung atau tanah liat memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor,
terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan
terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan
pecah jika udara terlalu panas.
Batuan
endapan gunung api dan batuan sedimen akan mudah menjadi tanah jika mengalami
proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat
pada lereng yang terjal.
Pada
lahan persawahan akar tanamannya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan
membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi
longsor.
Untuk
daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohon tidak
dapatmenembus bidang longsoran yang dalam dan pada umumnya terjadi di daerah
longsoran lama.
Getaran
gempa bumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalu lintas mengakibatkan tanah,
badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.
Akibat
susutnya muka air yang cepat di danau, gaya penahan lereng menjadi
hilang, dengan sudut kemiringan waduk 22 derajat mudah terjadi longsoran dan
penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.
Adanya
beban tambahan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama
disekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering
terjadi penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke lembah.
Pengikisan
banyak dilakukan oleh air sungai kearah tebing. Selain itu, akibat penggundulan
hutan disekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.
Tanah
timbunan pada lembah yang digunakan untuk mengembangkan dan memperluas lahan
pemukiman belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada dibawahnya,
sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti
dengan retakan tanah.
Longsoran
lama umumnya akan terjadi selama dan setelah terjadi.
Bidang
tidak sinambung merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang
luncuran tanah longsor.
Tanah
longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relative gundul karena pengikatan
air tanah sangat kurang.
Penggunaan
lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat
mengakibatkan tanah longsor, apalagi ditambah dengan guyuran hujan,
seperti yang terjadi di tempat pembuangan akhir sampah Leuwigajah di Cimahi.
6.
Sekarang kalian sudah tahu bahwa dalam membuat
ringkasan dan isi ringkasan harus sama dengan isi teks yang diringkas. Kalian
juga dapat memanfaatkan struktur teks itu sebagai panduan. Bandingkan hasil
ringkasan kalian dengan yang telah dibuat oleh teman-teman kalian, apakah
isinya sama antara ringkasan dan teks eksplanasi berjudul “PenyebabTanah
Longsor”. Jika belum sama, perbaiki lagi ringkasan sampai berhasil.
Penyebab tanah longsor
Indonesia terletak pada pertemuan tiga
lempeng dunia, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng
India-Australia yang bergerak saling menumbuk. Hal itulah, yang menyebabkan
Indonesia rawan terhadap bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Tanah
pelapukan yang berada di tempat terjal memiliki potensi untuk terjadinya tanah
longsor pada musim hujan. Tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng
lebih besar dari pada gaya penahan.
Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah
yang relative gundul karena pengikatan air tanah sangat kurang. Penggunaan lapisan tanah
yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor,
apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di tempat pembuangan
akhir sampah Leuwigajah di Cimahi.
Pada musim kemarau yang panjang permukaan
tanah menjadi retak sehingga pada saat hujan air akan menyusup kebagian yang
retak sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor. Hal ini dapat dicegah
apabila terdapat pepohonan di permukaan tanah. Lereng atau tebing yang terjal
juga akan memperbesar gaya pendorong untuk terjadinya tanah longsor. Jenis
tanah yang kurang padat dan tebal seperti tanah lempung atau tanah liat yang
akan menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas juga
memiliki potensi besar untuk terjadinya tanah longsor. Selain tanah lempung, batuan
endapan gunung api dan batuan sedimen akan mudah menjadi tanah jika mengalami
proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng
yang terjal.
Pada lahan persawahan dengan akar tanaman
yang kurang kuat untuk mengikat butir tanah, resiko terjadi longsor akan makin besar
karena tanah akan lebih mudah menjadi lembek dan jenuh dengan air dan untuk
daerah perladangan, penyebab terjadinya longsor adalah akar pohon tidak dapat menembus bidang
longsoran yang dalam dan pada umumnya terjadi di daerah longsoran lama. Longsoran
lama umumnya akan terjadi selama dan setelah terjadi pada bidang tidak
sinambung, yaitu bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran
tanah longsor.
Selain
faktor tanah dan batuan, getaran gempa bumi, ledakan, getaran mesin, dan
getaran lalu lintas mengakibatkan tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah
menjadi retak dan berakibat kelongsoran pada daerah lereng. Selain itu, susutnya
muka air yang cepat di danau dengan sudut kemiringan waduk 22 derajat menyebabkan gaya penahan
lereng menjadi hilang, sehingga mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah
yang biasanya diikuti oleh retakan. Apalagi bila ada beban tambahan
terutama disekitar tikungan jalan pada daerah lembah akan memperbesar gaya
pendorong terjadinya longsor. Akibatnya, sering terjadi penurunan tanah dan retakan
yang arahnya ke lembah.
Pengikisan banyak dilakukan oleh air
sungai kearah tebing. Selain itu, akibat penggundulan hutan disekitar tikungan
sungai, tebing akan menjadi terjal. Tanah timbunan pada lembah yang
seharusnya digunakan untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman belum
terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada dibawahnya, sehingga
apabila hujan akan
terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah.
7.
Bacalah teks berjudul “Erosi” ini dengan cermat.
Analisislah struktur teks tersebut, benarkah struktur teks berjudul “Erosi” ini
sesuai dengan struktur teks eksplanasi yang terdiri atas pernyataan umum^urutan
sebab-akibat? Jika benar, tulislah bagian mana yang merupakan pernyataan umum
dan bagian mana saja yang merupakan urutan sebab-akibat.
|
Pernyataan Umum
|
Erosi adalah suatu proses atau peristiwa hilangnya lapisan
permukaan tanah atas, baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin. Erosi
merupakan tiga proses yang berurutan, yaitu pelepasan partikel tunggal dari massa
tanah, pengangkutan oleh media yang erosif seperti aliran air dan angin, dan
pengendapan bahan-bahan tanah oleh penyebab erosi, pada kondisi ketika energi
yang tersedia tidak cukup lagi untuk mengangkut partikel. Di daerah-daerah
tropis yang lembab seperti di Indonesia, air merupakan penyebab utama terjadinya
erosi, sedangkan untuk daerah-daerah panas yang kering, angin merupakan
faktor penyebab utamanya.
|
|
Urutan Sebab-Akibat
|
Percikan air hujan merupakan media utama pelepasan partikel
tanah pada erosi yang disebabkan oleh air. Pada saat butiran air hujan
mengenai permukaan tanah yang gundul, partikel tanah terlepas dan terlempar
ke udara. Karena gravitasi bumi, partikel tersebut jatuh kembali ke bumi.
Pada lahan miring partikel tanah tersebar ke arah bawah searah lereng.
Partikel tanah yang terlepas akan menyumbat pori-pori tanah. Percikan air
hujan juga menimbulkan pembentukan lapisan tanah keras pada lapisan
permukaan. Hal ini mengakibatkan menurunnya kapasitas dan laju infiltrasi
tanah. Pada kondisi ketika intensitas hujan melebihi laju infiltrasi, akan
terjadi genangan air di permukaan tanah, yang kemudian akan menjadi aliran
permukaan. Aliran permukaan ini menyediakan energi untuk mengangkut partikel
yang terlepas, baik oleh percikan air hujan maupun oleh adanya aliran
permukaan itu sendiri. Pada saat energi aliran permukaan menurun dan tidak
mampu lagi mengangkut partikel tanah yang terlepas, partikel tanah tersebut
akan mengendap baik untuk sementara maupun tetap.
Proses pengendapan sementara terjadi pada lereng yang
bergelombang, yaitu bagian lereng yang cekung akan menampung endapan partikel
yang hanyut untuk sementara dan pada hujan berikutnya endapan ini akan
terangkut kembali menuju dataran rendah atau sungai. Pengendapan akhir
terjadi pada kaki bukit yang relatif datar, sungai, dan waduk. Pada daerah
aliran sungai, partikel dan unsur hara yang larut dalam aliran permukaan akan
mengalir dan mengendap ke sungai dan waduk sehingga menyebabkan pendangkalan.
Besarnya erosi bergantung pada kuantitas suplai material
yang terlepas dan kapasitas media pengangkut. Jika media pengangkut mempunyai
kapasitas lebih besar daripada suplai material yang terlepas, proses erosi
dibatasi oleh pelepasan. Sebaliknya, jika kuantitas suplai materi melebihi
kapasitas, proses erosi dibatasi oleh kapasitas (Suripin, 2004).
|
8. Bacalah
kembali teks “Erosi” di atas. Temukan kata kerja material dan kata kerja relasional
yang ada dalam teks tersebut. Isikan ke kolom berikut ini.
|
Paragraf
|
Kata kerja material
|
Kata kerja relasional
|
|
1
|
Erosi
|
Ketika
|
|
Merupakan
|
||
|
2
|
Percikan air hujan
|
Menyebabkan
|
|
Gravitasi bumi
|
||
|
3
|
Proses pengendapan
|
Sehingga
|
|
Hujan
|
||
|
Pendangkalan
|
||
|
4
|
Erosi
|
Jika
|
|
Sebaliknya
|
SIPPP
BalasHapuskok jawabannya enggak ada
BalasHapus