Tugas 1 Mengevaluasi Teks “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’”
Tugas 1 hal. 79 - 83
1.
Setelah
kalian membaca teks ulasan “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’”
tersebut, cobalah kalian diskusikan beberapa hal berikut.
a. Pernahkah kalian menonton film
“Hafalan Shalat Delisa” itu?
Jawab: Iya, kita pernah melihatnya.
b. Bagi yang pernah menonton, apa
pendapat kalian tentang pernyataan penulis teks ulasan berikut: —jangan
bandingkan dengan teknologi 3D film Amerika untuk mendeskripsikan tsunami
tersebut—?
Jawab: Iya, saya setuju dengan pendapat
penulis bahwa teknologi 3D film Amerika
tidak bisa dibandingkan dengan deskripsi tsunami tersebut karena
teknologi 3D yang dibuat oleh fim Amerika menggunakan teknologi yang sangat
canggih.
c. Peristiwa apa yang tergambar pada
teks ulasan film tersebut? Coba kalian ceritakan.
Jawab: Peristiwa yang tergambar pada teks
ulasan tersebut adalah peristiwa tsunami yang terjadi di Aceh pada tanggal 26
Desember 2004. Pada saat terjadi tsunami Delisa sedang menjalankan praktik
shalat didepan ustad Rahman dan Ustazah Nur yang mengujinya .
d. Setelah peristiwa tsunami itu
terjadi, apa yang dialami Delisa kemudian?
Jawab: Peristiwa tersebut membuat Delisa
sang pemeran utama kehilangan Ummi, ketiga kakaknya, serta membuatnya harus
kehilangan salah satu kakinya.
e. Coba kalian ceritakan apa saja yang
diulas penulis teks itu.
Jawab: Di dalam teks tersebut penulis mengulas
tentang kronologis terjadi peristiwa tsunami yang di alami oleh Delisa, scene peristiwa tsunami yang dibuat sangat
dahsyat, pengalaman dan kasedihan Delisa setelah terjadi tsunami, dan semangat
Delisa untuk membangun hidupnya kembali.
2.
Pada
teks ulasan “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’” tersebut terdapat
beberapa kata yang tidak baku. Cobalah kalian temukan kata-kata itu dengan
membaca secara teliti sekali lagi teks yang dimaksud. Setelah itu, kelompokkan
kata yang dimaksud ke dalam kolom yang seharusnya. Untuk itu, kalian bisa
menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
|
No.
|
Kata
|
Baku
|
Tidak Baku
|
|
|
1.
|
Shalat
|
salat
|
Salat
|
Shalat
|
|
2.
|
Uztaz
|
Ustad
|
uztaz
|
Ustad
|
|
3.
|
Doa
|
Do’a
|
doa
|
Do’a
|
|
4.
|
Risiko
|
Resiko
|
risiko
|
Resiko
|
|
5.
|
Tangker
|
Tanker
|
Tanker
|
tangker
|
|
6.
|
Praktik
|
Praktik
|
praktik
|
Praktik
|
|
7.
|
Masjid
|
Mesjid
|
masjid
|
Masjid
|
|
8.
|
Kamp
|
Kemp
|
kamp
|
Kemp
|
|
9.
|
Iklas
|
Ikhlas
|
iklas
|
ikhlas
|
|
10.
|
khusyuk
|
Khusyu
|
khusyuk
|
khusyu
|
3.
Sasaran
kalian untuk menghasilkan teks ulasan pada pelajaran ini adalah seni
pertunjukan, yaitu film dan drama. Untuk itu, dibutuhkan penginderaan yang
baik. Penginderaan yang paling hakiki terhadap pertunjukan itu adalah: pertama,
bidang visual menyangkut kemampuan mata yaitu melihat; dan kedua, bidang audio
menyangkut kemampuan telinga yaitu mendengar. Menurut Alif Danya Munsi, corak
seperti apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kalian yang mesti dibuat
kritiknya ditentukan oleh indera tiap kritikus. Ada empat corak dalam menulis
kritik tersebut. Pertama, corak kritik apresiasi, meliputi dua ciri: individual
yang semata-mata merupakan ekspresi tunggal mewakili kemauan kalian untuk
menyatakan segi positif dari pertunjukan yang disaksikan; serta sosial yang
mewakili pandangan objektif dengan menyertakan atau mencatat bagaimana respons
masyarakat dalam menyaksikan pertunjukan tersebut. Kedua, corak kritik
eksposisi merupakan ulasan tentang film dan drama berdasarkan bagan-bagan yang
membangun film atau drama tersebut. Dalam ulasan eksposisi ini, kalian menulis
kritik dengan jalan keluar. Artinya, kalian bertanggung jawab dengan kritik
yang kalian buat. Ketiga, corak kritik evaluasi berangkat dari cara memindai
kerangka cerita, premis, dan tema, lalu bagaimana sutradara menafsirkannya
melalui gambar. Dan keempat, corak kritik prevalensi, berupa ulasan yag merata,
umum, luas, dengan ukuran perbandingan yang ideal atas tontonan-tontonan lain
yang yang pernah ada. Ulasan ini dimulai dengan menyebut sesuatu sebagai ukuran
ideal, dan diakhiri dengan harapan-harapan. Dengan demikian, menurut kalian,
teks yang mengulas film “Hafalan Shalat Delisa” di atas termasuk corak kritik
yang mana? Coba jelaskan alasan kalian.
Jawab: menurut kami, “Hafalan Shalat
Delisa” termasuk corek kritik evaluasi karena pada teks ini dijelaskan
bagaimana sang kritikus mengupas jalan cerita satu-persatu, mulai dari
adegan-adegan saat Delisa dan keluarganya hidup damai hingga proses terjadinya
bencana tsunami sampai adegan dimana timbul sebuah pertanyaa apakah ibu delisa
masih hidup atau tidak.
0 comments :
Posting Komentar