Tugas 1 Mengevaluasi Teks “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’”

13 Februari 2016

Tugas 1 Mengevaluasi Teks “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’”


Tugas 1 hal. 79 - 83

1.      Setelah kalian membaca teks ulasan “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’” tersebut, cobalah kalian diskusikan beberapa hal berikut.
a.      Pernahkah kalian menonton film “Hafalan Shalat Delisa” itu?
Jawab: Iya, kita pernah melihatnya.
b.      Bagi yang pernah menonton, apa pendapat kalian tentang pernyataan penulis teks ulasan berikut: —jangan bandingkan dengan teknologi 3D film Amerika untuk mendeskripsikan tsunami tersebut—?
Jawab: Iya, saya setuju dengan pendapat penulis bahwa teknologi 3D film Amerika  tidak bisa dibandingkan dengan deskripsi tsunami tersebut karena teknologi 3D yang dibuat oleh fim Amerika menggunakan teknologi yang sangat canggih.
c.       Peristiwa apa yang tergambar pada teks ulasan film tersebut? Coba kalian ceritakan.
Jawab: Peristiwa yang tergambar pada teks ulasan tersebut adalah peristiwa tsunami yang terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Pada saat terjadi tsunami Delisa sedang menjalankan praktik shalat didepan ustad Rahman dan Ustazah Nur yang mengujinya .
d.      Setelah peristiwa tsunami itu terjadi, apa yang dialami Delisa kemudian?
Jawab: Peristiwa tersebut membuat Delisa sang pemeran utama kehilangan Ummi, ketiga kakaknya, serta membuatnya harus kehilangan salah satu kakinya.
e.      Coba kalian ceritakan apa saja yang diulas penulis teks itu.
Jawab: Di dalam teks tersebut penulis mengulas tentang kronologis terjadi peristiwa tsunami yang di alami oleh Delisa,   scene peristiwa tsunami yang dibuat sangat dahsyat, pengalaman dan kasedihan Delisa setelah terjadi tsunami, dan semangat Delisa untuk membangun hidupnya kembali.

2.      Pada teks ulasan “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’” tersebut terdapat beberapa kata yang tidak baku. Cobalah kalian temukan kata-kata itu dengan membaca secara teliti sekali lagi teks yang dimaksud. Setelah itu, kelompokkan kata yang dimaksud ke dalam kolom yang seharusnya. Untuk itu, kalian bisa menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
No.
Kata
Baku
Tidak Baku
1.
Shalat
salat
Salat
Shalat
2.
Uztaz
Ustad
uztaz
Ustad
3.
Doa
Do’a
doa
Do’a
4.
Risiko
Resiko
risiko
Resiko
5.
Tangker
Tanker
Tanker
tangker
6.
Praktik
Praktik
praktik
Praktik
7.
Masjid
Mesjid
masjid
Masjid
8.
Kamp
Kemp
kamp
Kemp
9.
Iklas
Ikhlas
iklas
ikhlas
10.
khusyuk
Khusyu
khusyuk
khusyu

3.      Sasaran kalian untuk menghasilkan teks ulasan pada pelajaran ini adalah seni pertunjukan, yaitu film dan drama. Untuk itu, dibutuhkan penginderaan yang baik. Penginderaan yang paling hakiki terhadap pertunjukan itu adalah: pertama, bidang visual menyangkut kemampuan mata yaitu melihat; dan kedua, bidang audio menyangkut kemampuan telinga yaitu mendengar. Menurut Alif Danya Munsi, corak seperti apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kalian yang mesti dibuat kritiknya ditentukan oleh indera tiap kritikus. Ada empat corak dalam menulis kritik tersebut. Pertama, corak kritik apresiasi, meliputi dua ciri: individual yang semata-mata merupakan ekspresi tunggal mewakili kemauan kalian untuk menyatakan segi positif dari pertunjukan yang disaksikan; serta sosial yang mewakili pandangan objektif dengan menyertakan atau mencatat bagaimana respons masyarakat dalam menyaksikan pertunjukan tersebut. Kedua, corak kritik eksposisi merupakan ulasan tentang film dan drama berdasarkan bagan-bagan yang membangun film atau drama tersebut. Dalam ulasan eksposisi ini, kalian menulis kritik dengan jalan keluar. Artinya, kalian bertanggung jawab dengan kritik yang kalian buat. Ketiga, corak kritik evaluasi berangkat dari cara memindai kerangka cerita, premis, dan tema, lalu bagaimana sutradara menafsirkannya melalui gambar. Dan keempat, corak kritik prevalensi, berupa ulasan yag merata, umum, luas, dengan ukuran perbandingan yang ideal atas tontonan-tontonan lain yang yang pernah ada. Ulasan ini dimulai dengan menyebut sesuatu sebagai ukuran ideal, dan diakhiri dengan harapan-harapan. Dengan demikian, menurut kalian, teks yang mengulas film “Hafalan Shalat Delisa” di atas termasuk corak kritik yang mana? Coba jelaskan alasan kalian.

Jawab: menurut kami, “Hafalan Shalat Delisa” termasuk corek kritik evaluasi karena pada teks ini dijelaskan bagaimana sang kritikus mengupas jalan cerita satu-persatu, mulai dari adegan-adegan saat Delisa dan keluarganya hidup damai hingga proses terjadinya bencana tsunami sampai adegan dimana timbul sebuah pertanyaa apakah ibu delisa masih hidup atau tidak. 

0 comments :

Posting Komentar