Tugas 3 Menginterpretasi Makna Teks Eksplanasi
Tugas 3 halaman 38-43
1. Setelah membaca teks berjudul “Lumpur Lapindo”, dapatkah kalian menguraikan struktur yang membangun teks tersebut? Apakah terlihat pernyataan umum^urutan sebab-akibat dalam teks itu? Diskusikan dengan teman sebangku kalian struktur teks tersebut, lalu tulislah hasil diskusi kalian.
1. Setelah membaca teks berjudul “Lumpur Lapindo”, dapatkah kalian menguraikan struktur yang membangun teks tersebut? Apakah terlihat pernyataan umum^urutan sebab-akibat dalam teks itu? Diskusikan dengan teman sebangku kalian struktur teks tersebut, lalu tulislah hasil diskusi kalian.
Jawab
:
Iya,
kami dapat menguraikan struktur yang membangun teks tersebut.
Pada
teks tersebut terdapat pernyataan umum yaitu pada paragraph pertama dan urutan
sebab-akibatnya terdapat pada paragraph kedua sampai paragraph kelima.
2.
Setelah kalian mendiskusikan struktur
teks “Lumpur Lapindo”, paparkan hasil diskusi kalian di depan kelas. Mintalah
komentar dari teman kalian apakah pekerjaan kalian itu sudah baik. Berdasarkan
masukan dari teman, perbaikilah pekerjaan kalian itu.
Jawab
:-
3.
Setelah pemaparan hasil diskusi kalian
pada nomor (3), tugas kalian berikutnya adalah menganalisis isi teks “Lumpur
Lapindo”. Apakah informasi yang terdapat dalam teks tersebut bisa kalian pahami
dengan baik? Apakah urutan sebab-akibat pada teks tersebut telah diuraikan
dengan jelas?
Jawab
:
Ya,
informasi dalam teks tersebut dapat kami pahami dengan baik karena rutan
sebab-akibat pada teks tersebut telah diuraikan secara jelas dan hubungan
sebab-akibat antara paragraph kedua dan paragraph selanjutnya runtut, saling
berkaitan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Pernyataan
Umum :
Banjir
lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo, adalah peristiwa
menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Dusun
Balongnongo, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa
Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Peristiwa ini mengakibatkan tergenangnya areal
persawahan, permukiman penduduk, dan kawasan industri. Volume lumpur
diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50.000 meter kubik per hari (setara dengan
muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Akibatnya, semburan lumpur
ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar.
Urutan
sebab-akibat :
Lumpur
sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kandungan logam berat (Hg) air
raksa mencapai 2,565 mg/liter Hg, padahal baku mutunya hanya 0,002 mg/ liter
Hg. Hal ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, iritasi kulit, dan
kanker.
Kandungan fenol bisa menyebabkan sel darah merah pecah (hemolisis),
jantung
berdebar (cardiac aritmia), dan gangguan ginjal. Data di Puskesmas Porong
menunjukkan
tren sejumlah penyakit terus meningkat sejak 2006. Penderita infeksisaluran
pernapasan (ISPA) yang pada 2005 sebanyak 24.719 orang, pada 2009
meningkat
pesat menjadi 52.543 orang. Selain itu, gastritis yang pada 2005 baru
7.416
orang, pada 2009 melonjak tiga kali lipat menjadi 22.189 penderita.
Urutan
sebab-akibat :
Genangan
hingga setinggi 6 meter pada permukiman menyebabkan warga
harus
dievakuasi karena rumah/tempat tinggal mereka rusak. Areal pertanian dan
perkebunan
juga rusak akibat genangan lumpur. Lebih dari 30 pabrik yang tergenang
terpaksa
menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja
karena
terkena dampak lumpur ini. Genangan juga menyebabkan kerusakan
lingkungan
wilayah seperti sarana peribadatan, sarana pendidikan, sarana dan
prasarana
infrastruktur (jaringan listrik dan telepon). Ruas jalan tol Surabaya—
Gempol
yang ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan mengakibatkan
kemacetan
di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo—Mojosari—Porong dan
jalur
Waru—tol—Porong dan terhambatnya ruas jalan tol Malang—Surabaya yang
berakibat
pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan
Pasuruan
yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa
Timur.
Urutan
sebab-akibat :
Akibat
amblasnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air
milik
PDAM Surabaya patah. Sementara itu, pipa gas milik Pertamina juga meledak
akibat
penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2,5 kilometer pipa gas
terendam.
Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik
di
empat desa tidak dapat difungsikan.
Urutan
sebab-akibat :
Ketika
semakin lama peristiwa terjadi dan tidak menunjukkan perbaikan
kondisi
pulih, baik menyangkut kepedulian pemerintah, terganggunya pendidikan
dan
sumber penghasilan, ketidakpastian penyelesaian, maupun tekanan psikis yang
bertubi-tubi,
krisis sosial mulai mengemuka. Perpecahan warga mulai muncul
menyangkut
biaya ganti rugi, teori konspirasi penyuapan oleh Lapindo, berebut
truk
pembawa tanah urugan hingga penolakan menyangkut lokasi pembuangan
lumpur
setelah skenario penanganan teknis kebocoran 1 (menggunakan snubbing
unit)
dan 2 (pembuatan relief well) mengalami kegagalan. Akhirnya, yang muncul
adalah
konflik horisontal.
4.
Berdasarkan isi teks “Lumpur Lapindo”,
tentukanlah apakah pernyataan berikut ini benar (B), salah (S), atau tidak
terbukti benar salahnya (TT) dengan membubuhkan tanda centang (√) pada pilihan
kalian. Untuk menentukan jawaban, kalian tidak perlu berpedoman pada
pengetahuan umum atau pengetahuan yang telah kalian miliki, tetapi cukup
berpedoman pada informasi yang disajikan dalam teks tersebut.
No.
|
Pernyataan Umum
|
B
|
S
|
TT
|
1.
|
Lumpur Lapindo adalah
peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc.
di Dusun Balongnongo.
|
√
|
||
2.
|
Volume lumpur
diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50.000
meter
kubik per tahun.
|
√
|
||
3.
|
Lumpur
panas sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
|
√
|
||
4.
|
Kandungan logam berat
air raksa menyebabkan iritasi kulit dan kanker.
|
√
|
||
5.
|
Kandungan fenol bisa
menyebabkan sel darah merah pecah, jantung berdebar, dan gangguan ginjal.
|
√
|
||
6.
|
Data di Puskesmas
Porong menunjukkan tren sejumlah
penyakit
terus menurun sejak 2006.
|
√
|
||
7.
|
Genangan pada
permukiman menyebabkan warga harus
dievakuasi.
|
√
|
||
8.
|
Areal pertanian dan
perkebunan rusak akibat genangan
lumpur.
|
√
|
||
9.
|
Pabrik yang tergenang
harus menghentikan aktivitas produksi.
|
√
|
||
10.
|
Genangan
menyebabkan kerusakan lingkungan wilayah
|
√
|
||
11.
|
Ruas jalan tol
Surabaya—Gempol dibuka hingga waktu yang tidak ditentukan.
|
√
|
||
12.
|
Akibat amblasnya
permukaan tanah, pipa air milik PDAM Surabaya patah.
|
√
|
||
13.
|
Pipa gas milik
Pertamina meledak akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur.
|
√
|
||
14.
|
Sebuah
SUTET milik PT PLN tidak dapat difungsikan.
|
√
|
||
15.
|
Perpecahan warga
mulai muncul menyangkut biaya ganti
rugi.
|
√
|
||
16.
|
Warga
berebut truk pembawa tangki BBM.
|
√
|
||
17.
|
Warga melakukan
penolakan menyangkut lokasi pembuangan limbah.
|
√
|
5.
Bacalah kembali teks “Lumpur Lapindo”
dengan teliti. Pada teks tersebut terdapat rentetan dua peristiwa yang
berlangsung hampir bersamaan, yaitu peristiwa alam yang terjadi karena tindakan
manusia dan peristiwa sosial yang diakibatkan oleh peristiwa alam.Untuk
mempermudah pemahaman kalian, carilah artikel yang mendukung penyebab munculnya
lumpur panas akibat peristiwa alam dan akibat tindakan manusia.
Analisislahkembali teks tersebut secara lebih teliti. Identifikasi peristiwa
tersebut, lalu tulis hasil identifikasi kalian.
(i)
Lumpur panas terjadi karena rekahan
alami
Pada awal terjadinya tragedi Lapindo berkaitan dengan gempa
tektonik Yogyakarta yang terjadi pada hari yang sama. Hal ini didukung pendapat
yang menyatakan bahwa pemicu semburan lumpur (liquefaction) adalah gempa
(sudden cyclic shock) Yogya yang mengakibatkan kerusakan sedimen.
(ii)
Lumpur panas terjadi karena tindakan
manusia
Dalam kasus semburan lumpur panas ini, PT. Lapindo Brantas
diduga “sengaja menghemat” biaya operasional dengan tidak memasang casing,
serta kurang telitinya PT Lapindo dalam melakukan pengeboran sumur dan terlalu
menyepelekan. Dari segi ekonomi, keputusan pemasangan casing berdampak pada
besarnya biaya yang dikeluarkan Lapindo, sehingga Lapindo sengaja tidak
memasang casing, akibatnya terjadi underground blow out yaitu lumpur dari perut
bumi yang menyembur keluar tanpa kendali. Selain itu, Eksploitasi secara
besar-besaran yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas menjadi salah satu penyebab
terjadinya peristiwa tersebut.
(iii)
Masalah sosial terjadi akibat adanya
lumpur panas
Masalah soaial yang ditimbulkan dengan adanya
lumpur panas adalah masalah perekonomian yang terjadi didaerah Jawa Timur,
masalah kesehatan yang terjadi karena adanya gas metana yang timbul, dan
masalah pendidikan akibat terendamnya beberapa sekolah di kawasan luapan lumpur
lapindo.
0 comments :
Posting Komentar