Tugas 3 Menginterpretasi Makna Teks Eksplanasi

6 Februari 2016

Tugas 3 Menginterpretasi Makna Teks Eksplanasi


Tugas 3 halaman 38-43

1.      Setelah membaca teks berjudul “Lumpur Lapindo”, dapatkah kalian menguraikan struktur yang membangun teks tersebut? Apakah terlihat pernyataan umum^urutan sebab-akibat dalam teks itu? Diskusikan dengan teman sebangku kalian struktur teks tersebut, lalu tulislah hasil diskusi kalian.
Jawab :
Iya, kami dapat menguraikan struktur yang membangun teks tersebut.
Pada teks tersebut terdapat pernyataan umum yaitu pada paragraph pertama dan urutan sebab-akibatnya terdapat pada paragraph kedua sampai paragraph kelima.

2.      Setelah kalian mendiskusikan struktur teks “Lumpur Lapindo”, paparkan hasil diskusi kalian di depan kelas. Mintalah komentar dari teman kalian apakah pekerjaan kalian itu sudah baik. Berdasarkan masukan dari teman, perbaikilah pekerjaan kalian itu.
Jawab :-

3.      Setelah pemaparan hasil diskusi kalian pada nomor (3), tugas kalian berikutnya adalah menganalisis isi teks “Lumpur Lapindo”. Apakah informasi yang terdapat dalam teks tersebut bisa kalian pahami dengan baik? Apakah urutan sebab-akibat pada teks tersebut telah diuraikan dengan jelas?
Jawab :

Ya, informasi dalam teks tersebut dapat kami pahami dengan baik karena rutan sebab-akibat pada teks tersebut telah diuraikan secara jelas dan hubungan sebab-akibat antara paragraph kedua dan paragraph selanjutnya runtut, saling berkaitan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Pernyataan Umum :
Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Dusun Balongnongo, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Peristiwa ini mengakibatkan tergenangnya areal persawahan, permukiman penduduk, dan kawasan industri. Volume lumpur diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50.000 meter kubik per hari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Akibatnya, semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar.

Urutan sebab-akibat :
Lumpur sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kandungan logam berat (Hg) air raksa mencapai 2,565 mg/liter Hg, padahal baku mutunya hanya 0,002 mg/ liter Hg. Hal ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, iritasi kulit, dan
kanker. Kandungan fenol bisa menyebabkan sel darah merah pecah (hemolisis),
jantung berdebar (cardiac aritmia), dan gangguan ginjal. Data di Puskesmas Porong
menunjukkan tren sejumlah penyakit terus meningkat sejak 2006. Penderita infeksisaluran pernapasan (ISPA) yang pada 2005 sebanyak 24.719 orang, pada 2009
meningkat pesat menjadi 52.543 orang. Selain itu, gastritis yang pada 2005 baru
7.416 orang, pada 2009 melonjak tiga kali lipat menjadi 22.189 penderita.

Urutan sebab-akibat :
Genangan hingga setinggi 6 meter pada permukiman menyebabkan warga
harus dievakuasi karena rumah/tempat tinggal mereka rusak. Areal pertanian dan
perkebunan juga rusak akibat genangan lumpur. Lebih dari 30 pabrik yang tergenang
terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja
karena terkena dampak lumpur ini. Genangan juga menyebabkan kerusakan
lingkungan wilayah seperti sarana peribadatan, sarana pendidikan, sarana dan
prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon). Ruas jalan tol Surabaya—
Gempol yang ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan mengakibatkan
kemacetan di jalur-jalur alternatif, yaitu melalui Sidoarjo—Mojosari—Porong dan
jalur Waru—tol—Porong dan terhambatnya ruas jalan tol Malang—Surabaya yang
berakibat pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan
Pasuruan yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa
Timur.

Urutan sebab-akibat :
Akibat amblasnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air
milik PDAM Surabaya patah. Sementara itu, pipa gas milik Pertamina juga meledak
akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2,5 kilometer pipa gas
terendam. Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik
di empat desa tidak dapat difungsikan.

Urutan sebab-akibat :
Ketika semakin lama peristiwa terjadi dan tidak menunjukkan perbaikan
kondisi pulih, baik menyangkut kepedulian pemerintah, terganggunya pendidikan
dan sumber penghasilan, ketidakpastian penyelesaian, maupun tekanan psikis yang
bertubi-tubi, krisis sosial mulai mengemuka. Perpecahan warga mulai muncul
menyangkut biaya ganti rugi, teori konspirasi penyuapan oleh Lapindo, berebut
truk pembawa tanah urugan hingga penolakan menyangkut lokasi pembuangan
lumpur setelah skenario penanganan teknis kebocoran 1 (menggunakan snubbing
unit) dan 2 (pembuatan relief well) mengalami kegagalan. Akhirnya, yang muncul
adalah konflik horisontal.

4.      Berdasarkan isi teks “Lumpur Lapindo”, tentukanlah apakah pernyataan berikut ini benar (B), salah (S), atau tidak terbukti benar salahnya (TT) dengan membubuhkan tanda centang (√) pada pilihan kalian. Untuk menentukan jawaban, kalian tidak perlu berpedoman pada pengetahuan umum atau pengetahuan yang telah kalian miliki, tetapi cukup berpedoman pada informasi yang disajikan dalam teks tersebut.

No.
Pernyataan Umum
B
S
TT
1.
Lumpur Lapindo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo.


2.
Volume lumpur diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50.000
meter kubik per tahun.


3.
Lumpur panas sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.


4.
Kandungan logam berat air raksa menyebabkan iritasi kulit dan kanker.


5.
Kandungan fenol bisa menyebabkan sel darah merah pecah, jantung berdebar, dan gangguan ginjal.


6.
Data di Puskesmas Porong menunjukkan tren sejumlah
penyakit terus menurun sejak 2006.


7.
Genangan pada permukiman menyebabkan warga harus
dievakuasi.


8.
Areal pertanian dan perkebunan rusak akibat genangan
lumpur.


9.
Pabrik yang tergenang harus menghentikan aktivitas produksi.


10.
Genangan menyebabkan kerusakan lingkungan wilayah


11.
Ruas jalan tol Surabaya—Gempol dibuka hingga waktu yang tidak ditentukan.


12.
Akibat amblasnya permukaan tanah, pipa air milik PDAM Surabaya patah.


13.
Pipa gas milik Pertamina meledak akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur.


14.
Sebuah SUTET milik PT PLN tidak dapat difungsikan.


15.
Perpecahan warga mulai muncul menyangkut biaya ganti
rugi.


16.
Warga berebut truk pembawa tangki BBM.


17.
Warga melakukan penolakan menyangkut lokasi pembuangan limbah.



5.      Bacalah kembali teks “Lumpur Lapindo” dengan teliti. Pada teks tersebut terdapat rentetan dua peristiwa yang berlangsung hampir bersamaan, yaitu peristiwa alam yang terjadi karena tindakan manusia dan peristiwa sosial yang diakibatkan oleh peristiwa alam.Untuk mempermudah pemahaman kalian, carilah artikel yang mendukung penyebab munculnya lumpur panas akibat peristiwa alam dan akibat tindakan manusia. Analisislahkembali teks tersebut secara lebih teliti. Identifikasi peristiwa tersebut, lalu tulis hasil identifikasi kalian.

(i)     Lumpur panas terjadi karena rekahan alami

Pada awal terjadinya tragedi Lapindo berkaitan dengan gempa tektonik Yogyakarta yang terjadi pada hari yang sama. Hal ini didukung pendapat yang menyatakan bahwa pemicu semburan lumpur (liquefaction) adalah gempa (sudden cyclic shock) Yogya yang mengakibatkan kerusakan sedimen.

(ii)   Lumpur panas terjadi karena tindakan manusia
Dalam kasus semburan lumpur panas ini, PT. Lapindo Brantas diduga “sengaja menghemat” biaya operasional dengan tidak memasang casing, serta kurang telitinya PT Lapindo dalam melakukan pengeboran sumur dan terlalu menyepelekan. Dari segi ekonomi, keputusan pemasangan casing berdampak pada besarnya biaya yang dikeluarkan Lapindo, sehingga Lapindo sengaja tidak memasang casing, akibatnya terjadi underground blow out yaitu lumpur dari perut bumi yang menyembur keluar tanpa kendali. Selain itu, Eksploitasi secara besar-besaran yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas menjadi salah satu penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

(iii) Masalah sosial terjadi akibat adanya lumpur panas
Masalah soaial yang ditimbulkan dengan adanya lumpur panas adalah masalah perekonomian yang terjadi didaerah Jawa Timur, masalah kesehatan yang terjadi karena adanya gas metana yang timbul, dan masalah pendidikan akibat terendamnya beberapa sekolah di kawasan luapan lumpur lapindo.


0 comments :

Posting Komentar