Tugas 3 Menginterpretasi Makna Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”

13 Februari 2016

Tugas 3 Menginterpretasi Makna Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”


Tugas 3 hal. 76 - 78

1.      Setelah membaca teks ulasan “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”, kalian pasti bisa membayangkan seperti apa gambaran film “Rumah Tanpa Jendela” tersebut. Pada bagian orientasi 1dijelaskan tradisi oposisi biner tampak pada film musikal anak-anak tersebut. Dapatkah kalian menjelaskan oposisi biner yang seperti apa yang dimaksudkan?

Jawaban           :

Oposisi biner yang dimaksudkan adalah menggunakan cerita dengan berkaitan dengan gender, ras, agama, latar belakang dan temperamen. Disini juga diperlihatkan adanya perbedaan tingkat sosial, Aldo yang mempunyai kemewahan sedangkan Rara yang tidak mempunyai apa-apa selain rumah tanpa jendela. Oposisi biner juga diperlihatkan dengan perbedaan gender, Aldo seorang laki-laki dan Rara seorang perempuan. Temperamen keduanya juga berbeda, Rara yang merupakan seorang yang ceria sedangkan Aldo adalah seorang yang kurang perhatian dari orang tuanya. Tetapi pada teks ini, mereka secara tidak langsung dipertemukan dan memulai persahabatan.

2.      Dapatkah kalian menjelaskan makna paragraf pada orientasi 2?

Jawaban           :

Kisah pada teks tersebut terinspirasi dari dongeng moral berjudul The Prince and The Pauper karya Mark Twain berisi tentang dua tokoh yang memiliki kehidupan yang sangat jauh berbeda. Si kaya Aldo yang hidup dengan kemewahan namun kurang perhatian dengan Si miskin Rara yang hanya memiliki rumah tanpa jendela. Impian Rara untuk mempunyai kehidupan yang layak adalah sebuah hal yang harus dibayar dengan usaha , cemoohan, dan ketabahan untuk mewujudkannya.

3.      Apa yang dimaksud dengan tradisi opposite attrackspada tafsiran isi 1?

Jawaban           :

Opposite attract pada tafsiran isi 1 merupakan suatu kejadian dalam suatu cerita yang menarik karena adanya latar belakang, sifat maupun hal-hal lainnya yang berbeda dan berawanan. Seperti pada teks, yang digambarkan pada kondisi keluarga Aldo dan teman-teman Rara (antara si miskin dan si kaya)  

4.      Dapatkah kalian menjelaskan makna kalimat: Layaknya dongeng anak-anak dalam majalah Bobo, film “Rumah Tanpa Jendela” menyampaikan ajaran moral pada anak-anak untuk menghadapi realita sosial dalam masyarakat yang terfragmentasi dalam perbedaan, baik secara struktur sosial-ekonomi maupun kondisi fisik/mental(tafsiran isi 2)?
Jawaban           :

Maksudnya bahwa film “Rumah Tanpa Jendela” tesebut mengandung dan memberikan pesan-pesan moral terutama untuk anak-anak agar menghadapi kenyataan sosial hidup yang bermacam-macam, mulai dari perbedaan sosial, ekonomi, dan juga perbedaan kondisi fisik/mental yang diberikan/ditunjukkan pula pada dongeng-dongeng yang biasanya terdapat pada majalah anak Bobo.

5.      Namun, keinginan Rara itu dimaknai sebagai keinginan yang berlebihan ketika ia “dihukum” dengan kompensasi yang harus ia bayar (tafsiran isi 3). Apa maksudnya kata dihukum pada kalimat tersebut?

Jawaban           :

Maksudnya, Rara menginginkan sesuatu yang cukup besar baginya. Dalam hidup, semakin besar keinginan kita, maka resiko dan usaha yang kita lakukan harus sama besar dengan apa yang kita inginkan. Disini, keinginan Rara yang besar diikuti dengan resiko yang besar pula baginya.

6.      Lalu apa pula makna kata membayar pada kalimat: Oleh karena itu, untuk “membayar” pelajaran yang mereka dapat ini, keluarga Aldo menolong Rara dan Si Mboknya dengan membayarkan biaya rumah sakit serta memberikan penghidupan di villa milik mereka di luar Jakarta (tafsiran isi 4)?

Jawaban           :

Keluarga Aldo membayar pelajaran yang telah keluarga Rara berikan pada mereka, yaitu pelajaran untuk bersyukur. Mereka akhirnya sadar bahwa mereka hidupnya berpunya tetapi selalu mereasa kurang, sedangkan di keluarga Rara meskipun termasuk keluarga yang miskin tetapi mereka selalu tabah dan bersyukur pada nikmat Tuhan. Akhirnya, Keluarga Aldo pun membantu keluarga Rara dengan menyuruh mereka tinggal di villa milik keluarga mereka.

7.      Setujukah kalian bahwa film ini menggambarkan kemiskinan sebagai bagian dari takdir manusia? Coba jelaskan pendapat kalian!

Jawaban :

Tidak setjuju, karena takdir manusia bisa dirubah dengan syarat bahwa kita yakin dan percaya bahwa takdir tersebut memang benar benar dapat diubah, jangan patah semangat untuk mewujudkan mimpi dari perubahan takdir kita, serta berusaha dan berdoa untuk mewujudkan mimpi dari perubahan takdir kita.

8.      Mengapa kata jendela pada film “Rumah Tanpa Jendela” dikatakan sebagai sebuah metafora yang mengena oleh penulis teks ulasan tersebut?

Jawaban :
Kata jendela pada film “Rumah Tanpa Jendela” dikatakan sebagai metafora dari suatu keinginan  terhadap benda ‘mewah’ atau metafora dari sebuah mimpi yang tidak mungkin didapatkan. Hal ini dibuktikan dengan perwujudan rumah Rara si miskin yang tidak dapat dipasangi jendela.

9.      Dapatkah kalian menjelaskan makna kalimat pada tafsiran isi 7: Karena hanya dalam kondisi itulah, si kaya termungkinkan ada dan bisa melanjutkan upaya memperkaya diri mereka; dengan membiarkan kemiskinan ada dan ‘tidak tampak’ di depan mata?

Jawaban :

Dongeng semacam inilah yang ditawarkan “Rumah Tanpa Jendela” pada penonton yang mereka sasar, tidak lain tentu anak-anak menengah kelas atas yang mampu mengakses bioskop sebagai bagian dari leisure activity. Sebuah dongeng untuk membuai mereka dalam mimpi-mimpi borjuis, agar mereka nanti terbangun sebagai manusia borjuis dewasa yang diharapkan bisa meneruskan tatanan masyarakat, yang kemiskinan dan kekayaan ternaturilisasi sebagai takdir dan karenanya tidak perlu dipertanyakan sehingga si kaya dapat menutupi si miskin walau ada tapi tidak tampak

10.  Coba kalian buat rangkuman teks ulasan tersebut dengan bahasa kalian sendiri!

Jawaban :

“Rumah Tanpa Jendela”
                Hiduplah seorang anak yang miskin bernama Rara. Rara seorang gadis kecil yang hanya tinggal bersama ayah beserta neneknya. Ia sudah sangat lama menginginkan mempunyai jendela di rumahnya. Tetapi impian tersebut sangatlah mustahil bisa terwujud karena ayah Rara yang tidak mempunyai uang untuk membuatkan Rara sebuah jendela.
                Tetapi Rara sangat semangat dengan impiannya, hingga pada akhirnya Rara memutuskan untuk bekerja sebagai ojek payung. Saat Rara bekerja di salah satu sanggar lukis, Rara kagum terhadap salah satu lukisan anak yang melukis rumah dengan banyak jendela. Hingga akhirnya anak yang melukis lukisan tersebut keluar dari sanggar, dia bernama Aldo. Kemudian Rara mendekatinya dan mengucapkan kekagumannya pada lukisan tersebut sambil menawarkan ojek payung. Malang nasibnya, setelah menerima bayaran ojek Rara kecelakaan. Aldo beserta nenek Rara mengantarnya ke Rumah Sakit.
                Di rumah Rara-lah Aldo menemukan banyak teman, menemukan apa arti dari kebersamaan tentang hangatnya kekeluargaan. Aldo mulai dekat dengan Rara beserta teman-teman Rara. Aldo juga mengajak Rara beserta teman-temannya untuk main ke rumahnya. Orang tua Aldo yang sibuk tidak memperhatikan sikap Aldo
                Saat pesta ulang tahun kakak Aldo, Aldo membuat kejutan menari bersama Rara dan teman-temannya. Tetapi hal tersebut justru membuat kakak Aldo malu, Aldo merasa malu saat kakaknya bilang dirinya aneh. Pada malam yang sama ayah Rara mendapatkan kusen jendela bekas, neneknya yang sendirian di rumah batuk berdarah hingga akhirnya pingsan dan lupa mematikan kompornya. Rumah Rara terbakar, dua sahabat yang dirundung kemalangan saling menguatkan satu sama lain. Mereka berdua kabur tetapi Rara sudah membujuk Aldo supaya dirinya pulang ke rumah, Aldo tidak mau. Hingga akhirnya seorang penjaga sanggar mengetahui keberadaan Aldo langsung menelpon keluarga Aldo
                Setibanya keluarga Aldo di sanggar, saat melihat Aldo nenek langsung memeluknya yang disusul dengan kedua orang tuanya yang merasa bersalah. Sedangkan Rara kembali ke Rumah Sakit dan mendapatkan ayahnya telah tiada sedangkan neneknya telah siuman. Karena Rara dan neneknya tidak mempunyai tempat tinggal ayah Aldo menyuruh Rara untuk tinggal di salah satu villanya dan menyekolahkan Rara beserta teman-temannya. Kini impian Rara telah terwujud dengan mempunyai jendela


0 comments :

Posting Komentar