Tugas 3 Menginterpretasi Makna Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”
Tugas 3 hal. 76 - 78
1.
Setelah
membaca teks ulasan “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”, kalian pasti bisa
membayangkan seperti apa gambaran film “Rumah Tanpa Jendela” tersebut. Pada
bagian orientasi 1dijelaskan tradisi oposisi biner tampak pada film musikal
anak-anak tersebut. Dapatkah kalian menjelaskan oposisi biner yang seperti apa
yang dimaksudkan?
Jawaban :
Oposisi
biner yang dimaksudkan adalah menggunakan cerita dengan berkaitan dengan
gender, ras, agama, latar belakang dan temperamen. Disini juga diperlihatkan
adanya perbedaan tingkat sosial, Aldo yang mempunyai kemewahan sedangkan Rara
yang tidak mempunyai apa-apa selain rumah tanpa jendela. Oposisi biner juga
diperlihatkan dengan perbedaan gender, Aldo seorang laki-laki dan Rara seorang
perempuan. Temperamen keduanya juga berbeda, Rara yang merupakan seorang yang
ceria sedangkan Aldo adalah seorang yang kurang perhatian dari orang tuanya.
Tetapi pada teks ini, mereka secara tidak langsung dipertemukan dan memulai
persahabatan.
2.
Dapatkah
kalian menjelaskan makna paragraf pada orientasi 2?
Jawaban :
Kisah
pada teks tersebut terinspirasi dari dongeng moral berjudul The Prince and The Pauper karya Mark
Twain berisi tentang dua tokoh yang memiliki kehidupan yang sangat jauh
berbeda. Si kaya Aldo yang hidup dengan kemewahan namun kurang perhatian dengan
Si miskin Rara yang hanya memiliki rumah tanpa jendela. Impian Rara untuk
mempunyai kehidupan yang layak adalah sebuah hal yang harus dibayar dengan
usaha , cemoohan, dan ketabahan untuk mewujudkannya.
3.
Apa
yang dimaksud dengan tradisi opposite attrackspada tafsiran isi 1?
Jawaban :
Opposite
attract pada tafsiran isi 1 merupakan suatu kejadian dalam suatu cerita yang
menarik karena adanya latar belakang, sifat maupun hal-hal lainnya yang
berbeda dan berawanan. Seperti pada teks, yang digambarkan pada kondisi
keluarga Aldo dan teman-teman Rara (antara si miskin dan si kaya)
4.
Dapatkah
kalian menjelaskan makna kalimat: Layaknya
dongeng anak-anak dalam majalah Bobo, film “Rumah Tanpa Jendela” menyampaikan
ajaran moral pada anak-anak untuk menghadapi realita sosial dalam masyarakat
yang terfragmentasi dalam perbedaan, baik secara struktur sosial-ekonomi maupun
kondisi fisik/mental(tafsiran isi 2)?
Jawaban :
Maksudnya bahwa film “Rumah Tanpa Jendela” tesebut mengandung dan
memberikan pesan-pesan moral terutama untuk anak-anak agar menghadapi kenyataan
sosial hidup yang bermacam-macam, mulai dari perbedaan sosial, ekonomi, dan
juga perbedaan kondisi fisik/mental yang diberikan/ditunjukkan pula pada
dongeng-dongeng yang biasanya terdapat pada majalah anak Bobo.
5.
Namun,
keinginan Rara itu dimaknai sebagai keinginan yang berlebihan ketika ia
“dihukum” dengan kompensasi yang harus ia bayar (tafsiran isi 3). Apa maksudnya
kata dihukum pada kalimat tersebut?
Jawaban :
Maksudnya, Rara menginginkan sesuatu yang cukup besar baginya. Dalam
hidup, semakin besar keinginan kita, maka resiko dan usaha yang kita lakukan harus
sama besar dengan apa yang kita inginkan. Disini, keinginan Rara yang besar
diikuti dengan resiko yang besar pula baginya.
6.
Lalu
apa pula makna kata membayar pada
kalimat: Oleh
karena itu, untuk “membayar” pelajaran yang mereka dapat ini, keluarga Aldo
menolong Rara dan Si Mboknya dengan membayarkan biaya rumah sakit serta
memberikan penghidupan di villa milik mereka di luar Jakarta (tafsiran isi 4)?
Jawaban :
Keluarga Aldo membayar pelajaran yang telah keluarga Rara berikan pada
mereka, yaitu pelajaran untuk bersyukur. Mereka akhirnya sadar bahwa mereka
hidupnya berpunya tetapi selalu mereasa kurang, sedangkan di keluarga Rara
meskipun termasuk keluarga yang miskin tetapi mereka selalu tabah dan bersyukur
pada nikmat Tuhan. Akhirnya, Keluarga Aldo pun membantu keluarga Rara dengan
menyuruh mereka tinggal di villa milik keluarga mereka.
7.
Setujukah
kalian bahwa film ini menggambarkan kemiskinan sebagai bagian dari takdir
manusia? Coba jelaskan pendapat kalian!
Jawaban :
Tidak setjuju, karena takdir manusia bisa dirubah dengan syarat bahwa
kita yakin dan percaya bahwa takdir tersebut memang benar benar dapat diubah,
jangan patah semangat untuk mewujudkan mimpi dari perubahan takdir kita, serta
berusaha dan berdoa untuk mewujudkan mimpi dari perubahan takdir kita.
8.
Mengapa
kata jendela pada film “Rumah Tanpa Jendela” dikatakan sebagai sebuah metafora
yang mengena oleh penulis teks ulasan tersebut?
Jawaban :
Kata jendela
pada film “Rumah Tanpa Jendela” dikatakan sebagai metafora dari suatu
keinginan terhadap benda ‘mewah’ atau
metafora dari sebuah mimpi yang tidak mungkin didapatkan. Hal ini dibuktikan
dengan perwujudan rumah Rara si miskin yang tidak dapat dipasangi jendela.
9.
Dapatkah
kalian menjelaskan makna kalimat pada tafsiran isi 7: Karena hanya dalam
kondisi itulah, si kaya termungkinkan ada dan bisa melanjutkan upaya memperkaya
diri mereka; dengan membiarkan kemiskinan ada dan ‘tidak tampak’ di depan mata?
Jawaban :
Dongeng semacam inilah yang ditawarkan “Rumah
Tanpa Jendela” pada penonton yang mereka sasar, tidak lain tentu anak-anak menengah
kelas atas yang mampu mengakses bioskop sebagai bagian dari leisure activity.
Sebuah dongeng untuk membuai mereka dalam mimpi-mimpi borjuis, agar mereka
nanti terbangun sebagai manusia borjuis dewasa yang diharapkan bisa meneruskan
tatanan masyarakat, yang kemiskinan dan kekayaan ternaturilisasi sebagai takdir
dan karenanya tidak perlu dipertanyakan sehingga si kaya dapat menutupi si
miskin walau ada tapi tidak tampak
10.
Coba
kalian buat rangkuman teks ulasan tersebut dengan bahasa kalian sendiri!
Jawaban :
“Rumah Tanpa Jendela”
Hiduplah seorang anak yang miskin bernama Rara. Rara seorang gadis kecil yang hanya tinggal bersama ayah beserta neneknya. Ia sudah sangat lama menginginkan mempunyai jendela di rumahnya. Tetapi impian tersebut sangatlah mustahil bisa terwujud karena ayah Rara yang tidak mempunyai uang untuk membuatkan Rara sebuah jendela.
Hiduplah seorang anak yang miskin bernama Rara. Rara seorang gadis kecil yang hanya tinggal bersama ayah beserta neneknya. Ia sudah sangat lama menginginkan mempunyai jendela di rumahnya. Tetapi impian tersebut sangatlah mustahil bisa terwujud karena ayah Rara yang tidak mempunyai uang untuk membuatkan Rara sebuah jendela.
Tetapi
Rara sangat semangat dengan impiannya, hingga pada akhirnya Rara memutuskan
untuk bekerja sebagai ojek payung. Saat Rara bekerja di salah satu sanggar
lukis, Rara kagum terhadap salah satu lukisan anak yang melukis rumah dengan
banyak jendela. Hingga akhirnya anak yang melukis lukisan tersebut keluar dari
sanggar, dia bernama Aldo. Kemudian Rara mendekatinya dan mengucapkan
kekagumannya pada lukisan tersebut sambil menawarkan ojek payung. Malang
nasibnya, setelah menerima bayaran ojek Rara kecelakaan. Aldo beserta nenek
Rara mengantarnya ke Rumah Sakit.
Di
rumah Rara-lah Aldo menemukan banyak teman, menemukan apa arti dari kebersamaan
tentang hangatnya kekeluargaan. Aldo mulai dekat dengan Rara beserta
teman-teman Rara. Aldo juga mengajak Rara beserta teman-temannya untuk main ke
rumahnya. Orang tua Aldo yang sibuk tidak memperhatikan sikap Aldo
Saat
pesta ulang tahun kakak Aldo, Aldo membuat kejutan menari bersama Rara dan
teman-temannya. Tetapi hal tersebut justru membuat kakak Aldo malu, Aldo merasa
malu saat kakaknya bilang dirinya aneh. Pada malam yang sama ayah Rara
mendapatkan kusen jendela bekas, neneknya yang sendirian di rumah batuk berdarah
hingga akhirnya pingsan dan lupa mematikan kompornya. Rumah Rara terbakar, dua
sahabat yang dirundung kemalangan saling menguatkan satu sama lain. Mereka
berdua kabur tetapi Rara sudah membujuk Aldo supaya dirinya pulang ke rumah,
Aldo tidak mau. Hingga akhirnya seorang penjaga sanggar mengetahui keberadaan
Aldo langsung menelpon keluarga Aldo
Setibanya
keluarga Aldo di sanggar, saat melihat Aldo nenek langsung memeluknya yang
disusul dengan kedua orang tuanya yang merasa bersalah. Sedangkan Rara kembali
ke Rumah Sakit dan mendapatkan ayahnya telah tiada sedangkan neneknya telah
siuman. Karena Rara dan neneknya tidak mempunyai tempat tinggal ayah Aldo
menyuruh Rara untuk tinggal di salah satu villanya dan menyekolahkan Rara
beserta teman-temannya. Kini impian Rara telah terwujud dengan mempunyai
jendela
0 comments :
Posting Komentar